Oil & Gas · Kajian riset
AI agent untuk analisis data geologi sumur
Kajian bersama Pertamina EP Zona 4 di bawah Lembaga Kajian Fakultas Teknik UGM (LKFT). Tim geologi di sana mengambil keputusan dari tumpukan data sumur yang bentuknya ke mana-mana: diagram teknik, laporan PDF ratusan halaman, rekaman sensor. Kami membangun prototype multi-agen yang membaca semua itu dan menyajikannya sebagai grafik, lalu mengujinya dengan data sumur asli. Semuanya berjalan di server internal DTETI FT UGM, dan sampai sekarang masih di tahap riset.
- Peran
- AI Engineer
- Mitra
- LKFT UGM × Pertamina EP Zona 4
- Tahap
- Kajian riset; prototype belum operasional
Datanya tidak seragam
Yang masuk ke prototype adalah data geologi sumur minyak, dan hampir tiap berkas punya format sendiri. Beberapa di antaranya:
Sebagian berkas ini baru berarti kalau gambarnya ikut dibaca. Grafik mudlog dan diagram sumur tidak menyimpan informasi apa pun sebagai potongan teks biasa. Satu pipeline yang menganggap semua masukan sebagai dokumen teks akan langsung patah begitu ketemu mudlog atau file LAS.
Ingestion punya pipeline agen sendiri
Karena itu tahap ingestion kami bangun sebagai pipeline AI agent yang berdiri sendiri, terpisah dari agen yang nanti menjawab pertanyaan. Tugasnya cuma satu: mengubah tumpukan berkas yang formatnya beragam tadi jadi data rapi yang siap dipakai agen inference.
Untuk berkas yang isinya gambar teknik, seperti mudlog dan diagram sumur, agen ini memakai LLM multimodal yang membaca isi visualnya, bukan sekadar teks yang menempel di berkas. Hasil bacaannya yang kemudian distrukturkan dan disimpan.
Ingestion agent tidak berhenti di situ. Dia juga menyiapkan konteks berjenjang untuk agen inference: alih-alih membanjiri agen dengan seluruh isi berkas sekaligus, potongan konteks dibuka bertahap sesuai kebutuhan pencarian. Kami menyebutnya progressive disclosure.
Retrieval yang menggabungkan tiga jalur
Pencarian di dalam data seperti ini tidak bisa bergantung pada satu jenis embedding. Kami memakai retrieval hybrid dengan tiga jalur yang berjalan bersamaan:
Ketiganya dipakai berbarengan supaya query yang menyangkut gambar tetap menemukan sasarannya, bukan cuma yang berbasis kata.
Inference: keluarannya grafik dan widget
Agen inference bekerja di atas data hasil ingestion, dan ini juga sistem multi-agen. Keluarannya berupa grafik dan widget: kurva produksi minyak, peta persebaran sumur, dan visualisasi lain yang memang lebih jelas dilihat daripada dijelaskan lewat kalimat.
Tracing di dua tahap
Begitu kedua tahap berjalan, kami pasang tracing dan observability. Tanpa itu kami tidak benar-benar tahu apa yang dikerjakan agen. Tracing merekam jalur yang diambil tiap agen, tool yang dipanggil, konteks yang dikembalikan, dan angka tiap run seperti latency dan pemakaian token.
Waktu hasilnya meleset, jejak ini yang dipakai untuk menemukan di langkah mana salahnya, dan apakah yang perlu dibetulkan system prompt atau tool-nya. Tracing di tahap ingestion sama pentingnya. Ada banyak transformasi dari berkas mentah ke data terstruktur, dan kami harus yakin yang akhirnya masuk ke penyimpanan sudah benar sebelum agen inference menyentuhnya.
Local LLM · LLM multimodal · Hybrid retrieval · Progressive disclosure · Multi-agent · Tracing
Status kajian
Masih tahap kajian di LKFT UGM. Prototype-nya jalan dan sudah diuji dengan data sumur asli dari Pertamina EP Zona 4, lalu dipresentasikan berkala ke tim di sana. Belum dipakai untuk kerja operasional sehari-hari.